by NUGU?

those random thoughts that comes without command

Aku mengenalmu bukan untuk dihindari. Lantas, sampai kapan aku harus lari dari perasaan ini?

—Nugu

Semua pikiran yang tak bisa pergi. Rasa yang tak mau hilang. Keinginan yang tak terpenuhi. Cinta yang tak berbalas. Rindu yang datang tana aba-aba. Semuanya tentangmu. Lantas, sekarang aku harus apa lagi?

—Nugu

Aku tidak pernah peduli apakah kau memikirkanku juga atau tidak. Karena sejak awal aku sudah tahu hubungan ini tidak akan pernah terjadi. Aku hanya bisa menikmati semua perasaannya tanpa harus berharap sesuatu yang lebih.

—Nugu

Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Benar. Tapi mempertahankan pola pikir ‘Yang lalu biarlah berlalu, mari mulai hari baru’ itu yang sulit. Karena kenangan datang selalu tanpa permisi.

—Nugu

Rindu itu membuatku sesak. Tidak hanya ketika merasakannya. Tapi bahkan ketika hanya memikirkannya.

—Nugu

Ada malam-malam dimana aku tidak bisa tidur karena menahan rindu. Dan malam ini adalah salah satunya.

—Nugu

Dan hal terberat dari one-sided love adalah ketika kita sadar bahwa satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mendukungnya dengan orang yang dia cintai. Begitu….

—Nugu

Hal terbaik dalam hidup adalah mencintai. Terlepas apakah itu berbalas atau tidak, lebih baik mencintai dari pada mengisi hari dengan kebencian.

—Nugu

Pada akhirnya aku sadar, bahwa bukan melupakanmu yang aku mau, tetapi bagaimana caranya mengatur hati dan pikiranku, agar saat semua kenangan tentangmu datang, mereka tak lagi merasa nyeri dan pilu.

—Nugu

Semua memori berputar di kepalaku saat ini. Sejak pertemuan pertama sampai kata-kata terakhir yang kau ucapkan beberapa waktu lalu. Tak satupun dari kenangan itu bisa kulupakan sampai saat ini. Disitulah bagian paling menyebalkannya.

—Nugu

Betapa mudahnya Tuhan membolak-balikkan hati. Kenapa tidak berharap saja yang terbaik? Bukankah Dia Maha Tahu?

—Nugu

Aku memuji semua keberanian yang kau miliki sementara semua ketakutanku ini sungguh kusesali. Itu pula yang membuatku semakin iri.

—Nugu

Dan ketika kita sama-sama merasa malu untuk memulai bicara, maka masalah pun tidak akan terselesaikan.

—Nugu

Ketika kita sadar bahwa kita sudah tidak senyaman dulu lagi, kita lupa dengan semua kenangannya, karena kita malu.

—Nugu

Walaupun waktu yang kita habiskan hanya sesaat, namun kenangannya tertanam begitu mendalam. Itulah kenapa sulit untuk bisa lupa. Siapa yang peduli waktu?

—Nugu